Saturday, November 27, 2010

AYAH OH AYAH...

Bismillahirahmanirrahim..heheh...hari nie aku mula mengupdate lgi blog ku ini..bab kte BILAKU DAH MULA BOSAN..heheheh...idea pon mai lh..hehehe...Hri nie aku nk ctew kn sal kasih sayng seorng ayah y anak2 pd zaman sekarang x nampak...mereka tidak menyedari setiap y ditegur...setiap perbuatan....setiap pesanan adlah kasih sayang seorng lelaki yang bergelar ayah...^_^

Gambar hiasan..heheh..^_^
tuan gambar jang marah auuu..hehehe

Gambar hiasan....sweett....heheh....




Biasanya, bagi seorang anak yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..

Akan sering merasa kangen sekali dengan ibunya..
Lalu bagaimana dengan Bapak?

Mungkin karena Ibu lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Bapak-lah yang mengingatkan Ibu untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Bapak bekerja dan dengan wajah lelah Bapak selalu menanyakan pada Ibu tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak kecil……
Bapak biasanya mengajari anaknya naik sepeda.
Dan setelah Bapak mengganggapmu bisa, Bapak akan melepaskan roda bantu di sepedamu…
Kemudian Ibu bilang : “Jangan dulu Pak, jangan dilepas dulu roda bantunya” ,
Ibu takut anaknya terjatuh lalu terluka….

Tapi sadarkah kamu?
Bahwa Bapak dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu anaknya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta mainan yang baru, Ibu menatapmu iba.
Tetapi Bapak akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang”
Tahukah kamu, Bapak melakukan itu karena Bapak tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Bapak yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”.
Berbeda dengan Ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.
Ketahuilah, saat itu Bapak benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja…..
Kamu mulai menuntut pada Bapak untuk dapat izin keluar malam, dan Bapak bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”.
Tahukah kamu, bahwa Bapak melakukan itu untuk menjagamu?
Karena bagi Bapak, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..
Setelah itu kamu marah pada Bapak, Ibu datang membujukmu agar tidak marah.
Tahukah kamu, bahwa saat itu Bapak memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa Bapak sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu.

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Bapak melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.
Maka yang dilakukan Bapak adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir…
Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut – larut…
Ketika melihat anaknya pulang larut malam hati Bapak akan mengeras dan Bapak memarahimu.. .

Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Bapak akan segera datang?
“Bahwa anak kecilnya akan segera pergi meninggalkan Bapak”

Setelah lulus SMA, Bapak akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Yang terbaik.
Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Bapak itu semata – mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti…
Tapi toh Bapak tetap tersenyum dan mendukungmu atas pilihan anak-anaknya.

Ketika kamu menjadi dewasa….
Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…
Bapak harus melepasmu di bandara.
Tahukah kamu bahwa badan Bapak terasa kaku untuk memelukmu?
Bapak hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini – itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati. .
Padahal Bapak ingin sekali menangis seperti Ibu dan memelukmu erat-erat.
Yang Bapak lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.
Bapak melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Bapak.
Bapak pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta mainan, dan Bapak tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…

Kata-kata yang keluar dari mulut Bapak adalah : “Tidak…. Tidak bisa!”
Padahal dalam batin Bapak, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Bapak belikan untukmu”.
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Bapak merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda dan akan diwisuda sebagai seorang sarjana.
Bapak adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Bapak akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “anak-anaknya tidak manja, berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Dan akhirnya….

Saat Bapak melihatmu duduk di Panggung Pelaminan nanti bersama seseorang perempuan yang di anggapnya pantas mendampinginya, Bapak pun tersenyum bahagia….
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Bapak pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis?
Bapak menangis karena Bapak sangat berbahagia, kemudian Bapak berdoa….
Dalam lirih doanya kepada Allah SWT, Bapak berkata: “Ya Tuhan tugasku telah selesai dengan baik…. Lindungilah anak-anakku…
Anak kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi manusia dewasa….
Bahagiakanlah ia bersama …”

Setelah itu nantinya Bapak hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…
Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….
Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….
Bapak telah menyelesaikan tugasnya….

Bapak kita…
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal..

Yup, banyak hal yang mungkin tidak bisa dikatakan Bapak… tapi setidaknya kini kita mengerti apa yang tersembunyi dibalik hatinya

IBU ABAH I LOVE U SO MUCCCHHH....

JaNgAnLh nGkAu mEnAnGIs sYnGKu....


Dalam perjalanan hidup ini seringkali kita merasa kecewa. Kecewa sekali. Sesuatu yang luput dari genggaman, keinginan yang tidak tercapai dan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan.
Dan sungguh sangat beruntung andai dalam saat-saat tergoncangnya jiwa, masih ada setitik cahaya dalam kalbu untuk merenungi kebenaran. Masih ada kekuatan untuk melangkahkan kaki menuju majlis-majlis ilmu dan majlis-majlis zikir yang akan memberikan ketenteraman jiwa.
Hidup ini ibarat belantara. Tempat kita mengejar pelbagai keinginan dan impian. Dan memang manusia diciptakan mempunyai kehendak serta mempunyai keinginan. Tetapi bukan semua yang kita inginkan dapat dicapai. Sesungguhnya tidak mudah menyedari bahawa apa yang bukan menjadi hak kita tak perlu kita tangisi. Banyak orang yang tidak sedar bahawa hidup ini tidak punya satu hukum: harus berjaya, harus bahagia atau harus-harus yang lain.
Betapa banyak orang yang berjaya tetapi lupa bahawa hakikatnya semua itu pemberian Allah sehingga membuatnya sombong dan bertindak sewenang-wenangnya. Begitu juga kegagalan sering tidak dihadapi dengan betul. Padahal dimensi tauhid dari kegagalan adalah tidak tercapainya apa yang memang bukan hak kita. Padahal hakikat kegagalan adalah tidak terengkuhnya apa yang memang bukan hak kita.

Apa yang memang menjadi milik kita di dunia, samada rezeki, jawatan atau kedudukan, pasti Allah akan berikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, kita tidak akan mampu miliki; walaupun ia nyaris menghampiri kita atau meskipun kita bermati-matian berusaha mendapatkannya.

Tuesday, November 23, 2010

BaYi 0H BaYi..^_^

Bissmillahirrahmanirrahim...Heheheh,...Sejak dulu lagi driku mmng Fanatic pd bayi..heheh.Cuuuummmmeelll2 mrk nie..Ye lh kite sendiri tau kan bahawa bayi nie dilahirkan dalam keadaan y sangt suci dan bersih...


Bila kita bercakap soal bayi, pasti tergambar pada fikiran dan minda kita bahawa bayi itu cukup cantik, kulit yang lembut dan halus serta dilahirkan oleh ibunya dari sebuah perkahwinan. Namun harus diingat, ada juga bayi dilahirkan dari hubungan seksual antara lelaki dan perempuan yang tiada ikatan perkahwinan yang sah dari sudut agama. Kenapa ini berlaku ?
Yang pasti bayi tidak tahu apa itu kelahiran, tidak mengenali dan tidak tahu apa itu erti kecantikan dan kehalusan kulit serta nilai kemanusiaan. Hari ini kedengaran lagi bayi dilahirkan oleh ibu tanpa nikah dan dibuang …dimanakah naluri keibuan dan kemanusiaan? Hari ini ada juga anak yang dewasa, ibubapa tidak berdaya, terbiar, melarat dan dibiarkan oleh manusia-manusia yang tidak mempunyai nilai kemanusiaan membuang /membiarkan insan-insan tidak terdaya itu terbiar…Kenapa…itu semua terjadi.????..aku sedih, pilu, hiba melihat ini semua. Aku pasrah…dunia hari ini semakin mencabar dan nilai kemanusiaan dalam diri semakin terhakis. Aku sayang diri sendiri.
Renung-renung diri sendiri…semoga nilai kemanusiaan terus terpancar dalam diri sendiri lantas menyayangi semua manusia tanpa menilai siapakah itu…bayi atau orang tua yang terdampar.Wahai bayi akan ku hargai drimu sprti mne IBU BAPAKU menghargai driku swktu kcil....^_^

WALLAHUALAM....

Sunday, November 21, 2010

cErIa oH CeRiA...^_^

Bissmilahirrahmanirrahim...Pernah kh kalian mendengar kalimah ceria???of coz prnh kn..kn2...heheh...sy yakin smua manusia d muka bumi ini mahukn khidupan mreka dikelilingi dengan keceriaan...^_^
CERIA menggambarkan keadaan yang riang, tenang, bersih dan cantik. Ceria diibaratkan suasana pada pagi yang cerah, cahaya matahari yang lembut mula menyinari sawah ladang dengan kicau burung yang menghidupkan suasana.
Jiwa yang ceria adalah jiwa yang tidak kusut, tidak berserabut, tidak gelisah dan resah, dan tidak tertekan. Jiwa yang ceria adalah jiwa yang yakin terhadap sesuatu, tabah menghadapi kerenah, ikhlas dalam melakukan amal, tulus dalam menghulurkan bakti, telus dalam berurus.
Jiwa ceria mempunyai tempat pergantungan, melalui peristiwa dalam pengertian takdir, melalui kesusahan dalam faham ujian, berusaha disudahi doa, melakukan kesilapan dihujungi muhasabah dan taubat dan sentiasa tenang walaupun di saat krisis.
Anak-anak kecil adalah anak-anak yang selalunya ceria. Mereka suka bermain dan bermanja. Kalau menangis pun untuk menarik perhatian. Suka meniru dan gemar dipuji. Senyum meleret bila dihargai dan terkinja-kinja keriangan apabila dibelikan hadiah dan barang permainan.
Anak-anak di zaman remaja mengalami proses yang berbeza. Khayalan mula tinggi.
Cita-cita mula terbit. Angan-angan terlalu banyak. Perasaan dikasihi dan mengasihi mula tumbuh. Suka menarik perhatian dan diberi tumpuan. Gemar berkawan dan meniru benda-benda baru.
Suka mencuba dan melakukan perkara-perkara pelik dan terlarang. Suka bergaya dan sering menghabis masa sembang-sembang kosong dan kadang-kadang terjebak dengan salah laku. Remaja di tahap ini tidak kenal bahasa serik. Suka sesuatu yang mencabar dan kadang-kadang tidak merasa menyesal walaupun yang dilakukannya sesuatu yang silap.
Memang remaja suka ceria. Tetapi ceria yang bagaimana? Kalaulah keceriaan itu bermakna hiburan dan suka-suka, hiburan yang macam mana dan suka-suka yang seperti apa. Remaja ada akal, ada naluri dan ada nafsu. Remaja ada fikiran, ada perasaan dan ada hati.
Sekiranya keceriaan itu dipandu oleh akal mempedoman naluri dan nafsu perlakuan remaja mungkin terarah dan keceriaan yang diterima memberi makna yang tersendiri. Namun keceriaan yang diterima hasil adanya fikiran yang membentuk perasaan dan dipandu oleh hati, maka pertimbangan baik buruk boleh dijadikan pedoman.
Menghisap rokok umpamanya boleh menjadikan remaja semacam bergaya dan ceria. Ia berlaku atas dorongan naluri. Orang lain merokok remaja pun hendak cuba merokok. Lalu jadi ketagih dan tanpa rokok keceriaan akan hilang dan otak menjadi lesu. Tetapi menghisap rokok tidak boleh memberi keceriaan yang lama. Ketagihan menjadikan remaja terbelenggu.
Di samping rokok remaja ingin mencuba yang lain. Pengaruh kawan kadang-kadang mendorong remaja mencuba dadah. Mengambil dadah ialah jalan pelepas kepada tekanan dan himpitan. Khayalannya tidak kekal dan ketagihan menyebabkan remaja mengulanginya.
Tidak cukup dengan wang simpanan usaha menipu dilakukan dan mencuri juga boleh terjadi. Dan akhirnya tubuh kurus kering, minat belajar hilang, kecenderungan berkawan dengan yang senasib semakin tinggi dan akhirnya remaja terjebak dalam ketagihan dadah yang tidak ada jalan kembali.
Ada juga remaja yang membuat keputusan bahawa keceriaan hanya boleh dirasakan sekiranya bergaul secara bebas tanpa batasan sama ada sesama sejenis atau berlainan jenis. Dorongan nafsu-nafsi menjadikan remaja lupa dan akhirnya terjebak dengan salah laku dan zina dan setengahnya menjadi ketagih dan ada juga yang menyesal.
Terdapat juga remaja yang tidak memberikan perhatian kepada pelajaran dan mengatakan belajar kerja yang menyusahkan. Lalu remaja ini memberikan perhatian kepada perkara lain yang menyebabkan pencapaian dalam pelajaran rendah dan tidak kurang juga yang gagal.
Keseronokan
Gambaran di atas adalah rakaman kisah yang banyak menjebak remaja untuk enjoy supaya makna kegembiraan, keseronokan dan keceriaan hidup dilalui berasaskan dorongan naluri dan emosi bukannya akal dan hati yang murni.
Remaja Islam mencari makna keseronokan, kegembiraan dan keceriaan dengan mendekatkan diri dengan Allah dan mengamalkan apa yang Allah suruh dan menjauhkan apa yang Allah larang. Seorang remaja yang tidak melakukan dosa-dosa besar dan sering bertaubat apabila melakukan dosa-dosa kecil akan merasakan ketenangan dan keceriaan yang amat luar biasa. Bila bercakap dia bercakap benar, bila berjanji dia cuba mematuhi janji, bila berkawan memilih kawan yang baik, bila belajar dia berusaha mendapat kejayaan cemerlang.
Remaja Islam akan benar-benar merasakan makna beragama apabila mengambil wuduk menginsafi bukan saja muka, tangan, telinga dan kaki dibersihkan tetapi menghubungkan semua anggota itu dengan apa yang dilihat, dibaca, di tonton, dan diteliti dan ditatap.
Menghubungkan telinga dengan apa yang didengar, dibisikkan dan dilagukan. Menghubungkan tangan dengan apa yang ditulis dan dikerjakan dan menghubungkan kaki dengan pergerakan dan perjalanan. Apabila keinsafan mengambil wuduk dihubungkan dengan faktor zahir dan batin, kesan wuduk amat menginsafkan dan ia mendatangkan keceriaan pada diri remaja.
Bila remaja melakukan solat, ia memiliki sifat rukuk dan sujud iaitu mendidiknya berjiwa hamba supaya rasa ketaatan, kepatuhan, ketundukan dan keakuran akan sentiasa subur pada dirinya. Tanpa jiwa hamba remaja akan cenderung ingkar dan melampau batas. Akhirnya ia akan menjebak remaja ke Pusat Serenti, di dalam penjara atau terbaring di hospital menderita penyakit AIDS/HIV. Disaat ini kesengsaraan mengambil tempat, kegelisahan tidak reda, ketakutan dan kebimbangan menjadi teman dan akhirnya menunggu masa maut mencekik.
Remaja yang ceria adalah remaja yang mempunyai sandaran kepada Allah. Allah mempunyai sifat pengasih dan penyayang yang amat tinggi. Kepada hamba yang ikhlas, tulus dan telus, ketakwaannya menjadi subur. Nikmat takwa dan iman adalah sesuatu yang tidak boleh digambarkan dengan kata-kata dan kalimah.
Apabila takwa dan iman selari dengan perbuatan dan amalan para remaja akan menjadi orang yang baik, pengasih, hormat, amanah, jujur dan sentiasa berusaha untuk menjadi anak yang soleh dan solehah. Inilah darjah keceriaan yang amat tinggi bagi seseorang remaja kerana kehidupannya sentiasa memohon reda dan barakah Allah.
Remaja yang ceria adalah remaja yang jujur pada diri, jujur pada Allah dan jujur terhadap orang lain. Remaja yang jiwanya ceria, cintakan ilmu dan hikmah. Berusaha dan berdoa supaya diberikan ilmu yang barakah dan bermanfaat supaya ilmu itu dapat dicurahkan kepada yang lain dan ibadahnya subur, pahalanya bertambah.
Remaja yang ceria adalah remaja yang sentiasa bersedia untuk menjalin ukhuwah atau persaudaraan kepada yang lain dan berusaha meniadakan musuh di dalam hidupnya. Azamnya untuk berbakti membangun agama dan umatnya supaya umat dan agamanya dihormati oleh orang lain.
Keceriaan yang tulen adalah kurniaan Allah kepada hambanya yang bertakwa dan beriman. Remaja yang cenderung meningkatkan iman dan takwa akan sentiasa diberikan hidayah dan petunjuk, dilindungi daripada gangguan iblis dan syaitan dan sentiasa cekal dan tawakal dalam melakukan sesuatu dan apabila diuji sentiasa bersyukur dan memohon kekuatan supaya takwa dan imannya tetap menjadikannya ceria.
Bayangkan diri remaja yang sengketa, tidak keruan, hilang arah dan hala tuju hidup, tidak bersandarkan keyakinan kepada Allah, lupa kepada agama, tidak tahu membezakan yang buruk dengan yang baik, hilang hormat kepada ibu bapa dan orang tua, sombong terhadap sedikit kejayaan dan pencapaian. Keceriaan yang sebenar tidak akan kekal dalam hidupnya malah keseronokan yang dirasa hanya sementara dan ia bersifat nafsu bukanlah ia suatu amal soleh

TEGURAN 0H TEGURAN=)


Assalamualaikum wrt..heheh...lme x update blog..hik8..di ksmptan nie ana ingin brkngsi sdikit ilmu y ana perolehi tntng TEGURAN....^_^..

Orang yang dapat menegur orang lain adalah orang yang sedia menerima teguran orang lain
Ayat diatas adalah antara kata-kata cerdik pandai mengenai orang yang menegur dan ditegur. Teguran boleh berlaku di mana-mana, berlaku di dalam pemerintahan kerajaan, di dalam syarikat-syarikat, di dalam persatuan-persatuan, di sekolah. Dalam rumahtangga juga berlaku, bapa menegur anak, isteri ditegur suami, dan lain-lain. Makna katanya teguran itu berlaku di mana-mana sahaja.
Teguran boleh dibahagi kepada dua secara asasnya, teguran yang membina dan yang statik dan jumud. Manusia keseluruhannya mengharapkan teguran yang membina bukan yang statik. Tetapi tidak kurang juga yang tidak lansgsung suka ditegur.
Sifat manusia yang diketahui ialah, hanya bersedia ditegur apabila dia yang membutuhkan teguran tersebut. Contohnya, Si A pergi ke Si B dan ingin meminta  teguran atau nasihat, ketika itu apa sahaja yang dikatakan oleh Si B akan di dengari dengan berlapang dada.
Lain pula sekiranya seseorang yang tidak membutuhkan teguran, tiba-tiba ditegur. Hanya setengah orang yang berjiwa besar sahaja yang boleh menerima teguran spontan tersebut, Manakala yang berjiwa kecil, akan terasa dan terus terseksa hati.
 
Orang yang Menegur
Manusia memang tidak pernah lari daripada melakukan kesalahan, yang berbeza hanya banyak dan sedikit. Tetapi biarlah orang yang cuba  menegur tersebut adalah orang yang minimum kesalahannya supaya teguran yang diberikan itu bersifat trully dan hidup. 
Jangan jadi seperti ketam yang mengajar anaknya berjalan lurus. Sesuatu yang agak pelik apabila penagih dadah tegar mengajar atau menegur orang lain pergi ke masjid, walhal mereka sendiri masih terkontang kanting ditepi longkang dalam kotak.
Sebab itu kalau kita suka menegur, kita mesti pastikan teguran itu di tuju ke arah kita terlebih dahulu, kemudian baru ke orang lain.
 
Orang yang Ditegur
Teguran itu kebiasaannya bersifat membina, kerana apa yang tidak kita sedar kadang-kadang orang lain sudah sedar terlebih dahulu, persepsi kita lain, persepsi orang, lain. Sebab itu apabila ditegur, jangan terlalu cepat melenting dan menolak teguran tersebut. Kalau begitu, anda adalah orang paling rugi, kerana anda berpeluang membina diri anda tetapi awal-awal lagi anda sudah merobohkannya.

Kata Hukama, "Orang biasa akan marah apabila dikritik oleh orang lain, manakala orang yang mulia ialah mereka yang memperbaiki diri daripada kritikan orang lain. Seharusnya begini lah resam kehidupan kita".
 
Manusia memerlukan 'cermin' bagi bagi meneliti diri. Orang disekeliling adalah cermin bagi kita. Cuba bayangkan anda bercukur misai tanpa bercermin. Bukankah susah?. 
 
Yang Paling Penting
Setiap orang yang menegur pasti sedia juga ditegur. Ramai yang tidak mampu lakukan ini. Hanya suka menegur tetapi tidak pula suka ditegur. Sebab itu penting apabila menegur isyaratkan terlebih dahulu, teguran itu adalah terlebih dahulu untuk diri sendiri.
Ingat! Apabila anda menuding jari terhadap kesilapan orang lain, sebenarnya 3 jari anda telah menuding kepada diri anda sendiri. Itu adatnya.

MARILAH SAMA2 KITE RENUNG2 KNNYE..=)
MAASSALAMAH...^_^

Saturday, November 20, 2010

BONDS OF LUV...^_^..

Why are you so sad
And why is it so bad

When some one leaves you behind

Won't you ever know
Don't you realize
It's just a part of life

When you fall in love
With some one some time
It's smile with a broken heart

Oh falling in love
With Allah....

The bonds of love survive
No mountain too high when there's way
Come to Allah you'll never failThe truth's so close it shall prevail
Allah, we belong to YouAnd everything we do
We do it all for You
Allah, always by our side
Guiding us to the light
Everything shines bright
No matter day or night

AIR MATA TIDAK SELAMANYA ABADI....

Senyum. Bahagia. Tenang. Ke mana perginya hari-hari gelap itu? Hilangnya tidak disedari. Lesapnya tidak mengesankan lagi.  Pasti. Semua orang pastinya pernah diuji dengan pelbagai jenis dugaan. Semua tak terkecuali. Namun, tanda perhatian dan kasih sayang ALLAH pada hamba-hambaNYA ini seringkali disalah tafsirkan sebagai kemusnahan, disalah ertikan sebagai perhentian terakhir hidup bagi mereka yang lemah akal dan jiwanya. Tidak, aku tidak akan sekali-kali menyalahkan mereka. Kelemahan adalah sebahagian ‘anggota’ manusia, ketidaksempurnaan pula ada ‘nama timangan’ mereka.

Dulu, ada satu kisah tentang rama-rama. Sering ku kisahkan cerita ini pada mereka yang lagi dirundum kesedihan. Dengan kisah ini jualah, terselit sekelumit harapan untuk menyisip secebis kekuatan buat mereka yang lemah. Memang, aku tidak mampu menyanyikan lagu ‘Semangat yang Hilang’ untuk mengobarkan kembali semangat mereka, aku juga tidak dapat memberi preskripsi ubat untuk menghilangkan ingatan-ingatan buruk itu, malah aku tidak akan mungkin punya kuasa ajaib untuk mengubah takdir jika bukan diri mereka sendiri yang ingin bangkit mengubah segalanya.

Rama-rama bagiku cukup simbolik. Lambang perjuangan hidup. Ia terbang mengibarkan kepak warna-warninya yang indah dan memukau setiap mata yang memandang. Namun, dulunya rama-rama ini tak lebih dari seekor beluncas. Ya, seekor beluncas yang dibenci, dianggap perosak dan sering dijauhi. Namun, kemudian berubah menjadi kepompong sebelum bertransformasi menjadi seekor rama-rama yang cantik.

Kisah rama-rama ini kisah benar, bukan rekayasa atau hikayat dongeng penuh fantasi tetapi lebih kepada teori logik, sebuah cerita saintifik. Pernah, terdapat sekumpulan saintis sedang membuat kajian terhadap rama-rama. Mereka memerhatikan dengan teliti proses bagaimana seekor rama-rama keluar dari kepompongnya. Ia kelihatan seperti kepayahan, terseksa untuk mengeluarkan diri. Berjam-jam lamanya, rama-rama ini mencuba, mencuba, dan terus mencuba untuk keluar dari kepompong yang kecil itu. Akhirnya, ia berhasil. Rama-rama ini pun terbang ke sana dan ke mari seolah-olah meraikan kebebasannya.

Saintis-saintis muda ini kemudian beralih kepada rama-rama yang lain. Mereka sepakat untuk membantu mengeluarkan rama-rama ini dari kepompongnya dengan menggunting kepompong tersebut. Rama-rama ini berhasil ‘di’keluarkan dengan mudahnya. Namun, tahukah kamu apa yang terjadi dengan rama-rama ini? Tidak, ia tidak mati. Ia masih hidup, ia meneruskan hidupnya dalam keadaan cacat seumur hidup. Ia tidak berupaya untuk terbang, tidak akan pernah mampu terbang seperti layaknya. Bukankah ini lebih malang? Ternyata, segala kesukaran serta kepayahan ketika berusaha keluar dari kepompong itulah yang memberi kekuatan bagi seekor rama-rama untuk terbang.

Hakikatnya, apa yang tidak membunuh kita itulah yang melangsungkan kehidupan ini. Kita tidak akan kenal bahagia sebelum melalui sengsara, tidak kenal cinta sebelum faham erti benci, tidak menghargai senyuman tanpa air mata pedih. Kitaran hidup ini perlu didalami, jatuh bangunnya, turun naiknya, takdir dan karma. Tentu, kata –kata ini sering kita dengar di mana-mana, “setiap yang berlaku pasti ada hikmah disebaliknya”. Ini bukan kata-kata kosong yang palsu. Bukan. Tetapi, jangan pula tanyakan padaku, bila dan bagaimana?

Wallahualam

Tetapi bersabarlah. Airmata tidak abadi, kering suatu masa nanti. Percayalah, keajaiban itu pasti ada. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui tiap sesuatunya.....


FATNA ALTHAFUNNISA'...